Chapter 2: It's deal then

Elios tidak sedang berbicara dengan faksi Kzandra. Elios sedang berbicara dengan Kayl & Malkay.


"Aku berusaha berprasangka baik disini. Tapi jika memang Kayl yang akan menjadi dewa.."

Elios menguatkan dirinya.

".. bukankah itu berarti kehancuran dunia ini?"

Silent.

Bar terasa sunyi. Memang tidak banyak pengunjung hari ini. Tapi Elios mengatakan satu kemungkinan yang bisa saja terjadi. Dan semua terasa mencekam seketika.

Kayl bukan orang baik.

Bukan orang jahat seutuhnya, tapi Kayl bukan orang baik.

"Tenang saja."

Balas Kayl.

"Aku tidak akan menjadi dewa di akhir cerita Godscrown ini."

Elios menatap Kayl. Bukan menantang tentu saja. Tapi yang ia dapati adalah ekspresi Kayl yang hanya muncul jika ia sedang menikmati isi kepalanya. Smirking.

"Dewa itu tidak penting. Yang pasti adalah.. aku akan menjadi final boss untuk alam semesta ini."

Elios terdiam mendengar jawaban itu. Jantungnya berdetak lebih kencang. Wajahnya serius, tapi ia tidak bisa menyembunyikan rasa merinding ketika mendengar Kayl mengucapkan niatnya.

Kayl.. bukan.. orang.. baik.

Tapi yang membuatnya semakin menakutkan adalah.. Kayl bisa mewujudkan niatnya itu.

"..."

Silent yet again.

"Now now, tidak penting siapa yang menjadi dewa."

Malkay berusaha menenangkan.

"Yang terpenting adalah sampai di ujung permainan. Godscrown akan berlangsung cukup lama."
"Lagipula, tawaran untuk bergabung dengan Kzandra jauh lebih menguntungkan untuk Helios Kingdom." 
"Perang besar akan terjadi dan banyak wilayah kecil atau berkembang mencari perlindungan."
"Kzandra hanya meminta loyalty. Tidak ada pajak, tidak ada perbudakan, tidak ada militerisasi."

Faksi lain, yang juga lebih besar, tengah menjalankan campaign untuk mendapatkan banyak wilayah.

Perang besar yang akan terjadi di Arshdeva akan menjadi akhir era progresif dan menuju era baru. Era Keemasan.

Great reset economy. Great reset the rulers. Bahkan mungkin, dan hanya mungkin, sebuah sistem dunia yang baru.

Tapi Godscrown? Hanya sedikit faksi yang benar-benar peduli dengan permainan Dewa ini.

Semua karena tidak ada yang bisa memverifikasi kebenaran atas makhluk fana yang naik menjadi dewa.

Mereka menganggap Godscrown adalah mitos kuno yang usang, yang tidak memberikan dampak apapun.

Sementara faksi yang percaya dengan Godscrown, mereka sepertinya memiliki pengetahuan eksklusif.

"Baiklah.."

Elios memantapkan hatinya.

"Aku setuju dengan tawaran kalian. Aku.."

Second thought mulai muncul, "mungkin tidak ikut juga tidak apa", tapi ia tampik segera.

"..Aku akan bergabung dengan faksi kalian."

"Sekarang.. masalah berikutnya adalah Helios King."

Ada alasan kenapa Kayl dan Malkay mengobrol dengan Elios lebih dulu daripada sang raja.

"Aku.. cukup sadar target kalian sebenarnya adalah aku. Tapi keputusan akhir tetaplah milik Helios King."

"Oh? Hehah!"

Kayl tertawa.

"Siapa bilang kau target utama kaaami? Wkwkwk"

Kayl masih tertawa.

Mendengar ini, Elios malu. Wajahnya yang serius dan percaya diri kini mulai redup dan memerah. Tertawaan Kayl membuatnya semakin berkecil diri.

"..."

Elios hanya bisa pasrah menanggung malu.

"Dey jangan buat dia malu!"

Tegur Malkay.

"Heheh.. alright alright." Kayl masih tersenyum kecil.

"Kau memang tujuan utama kami, Elios. Dan percayalah kau masuk dalam list yang memang kami incar."

"Dan untuk Helios King.. tenang saja. Aku sudah memiliki rencana."

Malkay selalu memiliki rencana. Dia bukan yang paling cerdas dalam urusan rencana, tapi Malkay adalah orang yang sangat reliable dengan apa yang ia rencanakan.

"Baiklah."

Elios merapikan minumannya dan berdiri.

"Aku tidak bilang Elios Kingdom akan setuju dengan Godscrown. Tapi jika Helios King berkata tidak maka aku adalah satu-satunya aset yang bisa kalian dapatkan dari kerjaan ini."

Tegas Elios. Helios King adalah pemegang kuasa utama. Elios adalah pangeran. Jika kerja sama tidak terbentuk, Elios berharap tidak ada paksaan untuk kerajaan ini.

"Deal. Tenang saja."

Balas Malkay.

Tapi tatapan Elios kini beralih ke Kayl.

Menunggu jawaban.

"Hng? Kau ingin aku berkata seperti Maaalkay? Hehe.. alright alright. Tenang saja. Aku tidak akan memaksa kerjaanmu untuk bergabung.. pangeran~"

Kayl menggoda Elios.

"Stop that, Pewaris.."

"Hehah!"

Elios mengaalngguk sekali kepada Malkay dan pergi.

Ini adalah awal yang bagus bagi Malkay.

Beberapa bulan lalu ia terseret dalam banyak kasus pembunuhan Sovereign dan Marshall. Awalnya itu adalah misi Kayl seorang.

Tapi itu bukan masalahnya. Sovereign dan Marshall yang mereka bunuh memang adalah penguasa korup. Atau mungkin tidak kompeten but acting tough. Jadi mereka bunuh saja.

Yang menjadi masalah adalah kerajaan yang hancur. Tidak, lebih dari itu. Banyak planet meledak.

Kayl terlalu berbahaya. Dan Malkay terseret kedalam misinya.

Tapi Godscrown berbeda.

Ini adalah momen yang pas untuk Malkay menguji kemampuan strateginya.

Kayl?

Well, bisa dibilang ini adalah momen yang pas untuk Kayl melihat dari samping.

Godscrown bukanlah permainan untuk mencari siapa yang terkuat. Godscrown adalah permainan untuk Naik menjadi Dewa yang disembah oleh banyak makhluk.