Chapter 1: THE GOD!

Elios tidak bisa sembarangan memutuskan. Godscrown adalah permainan Dewa. Tawaran dua orang berbahaya ini terasa.. sulit dicerna.


"Jadi.."

Akward. Di depan Elios adalah Kayl dan Malkay. Dua orang dari faksi Kzandra.

"..Kalian datang.. untuk membunuh Helios King?"

Elios menyimpulkan. Bukan tanpa alasan. Dari penjelasan Malkay beberapa saat lalu, mereka berdua memang datang untuk mengajak Helios King bekerja sama.

"Wait what?! Kenapa arahnya kesana?!"

Terkejut. Dua mata digital di topeng Malkay melebar.

"I mean look at your reputation. Jika Helios King menolak bekerja sama dengan faksi Kzandra bukankah itu berarti dia harus dibunuh?"

Elios tidak salah. Kayl dan Malkay memiliki reputasi yang.. sangat berbahaya di mata dunia.

"Haeeh.."

Malkay menghela nafas. Ia kecewa. Bukan dengan respon Elios, tapi karena ia ikut misi Kayl beberapa bulan lalu.

"Hehah!"

Kayl sengaja memotong pembicaraan. 

"Sebenarnya aku yang membunuh banyak Sovereign dan Marshall beberapa bulan lalu. Kau tidak perlu khawatir dengan rencana Malkay, Lightning Lion~"

Tegas Kayl bahwa Malkay memang sebenarnya bukanlah culprit dari tragedi pembunuhan masal beberapa bulan lalu.

Sementara itu Elios masih duduk menyender di kursi, mencoba membuat dirinya terlihat kuat. Padahal sebenarnya dia juga takut berhadapan dengan dua pewaris Kzandra ini.

"Stop calling me that.."

Complaining.

"Jujur saja aku tidak peduli jika Helios King ada dalam list kalian. Aku juga sudah muak dengannya."

Elios melihat ke ujung bar, ada lukisan Helios King tengah membawa tongkat dengan kristal hitam ukuran medium di ujungnya. Said to be had the ability to create a massive lightning strike.

"Tapi jika kerja sama ini berarti rakyat Helios Kingdom menjadi budak, maka aku terpaksa melawan. Just so you know kami tidak takut mati untuk menjaga harga diri kami."

"Haeh.. ini kenapa si? Kenapa impresi yang kau miliki tentang kami begitu mengerikan? Bukankah kedua kakak kami punya reputasi yang luar biasa bagus?"

"Well itu karena kalian. Bukan maksudku untuk antagonizing faksi Kzandra, tapi insiden pembunuhan masal Sovereign dan Marshall membuat langit dan bumi gempar."
"Aku hanya.. paranoid."

Insiden pembunuhan masal para Sovereign dan Marshall adalah sebuah berita yang mengerikan bahkan sampai hari ini.

Bagaimana tidak, secara back to back to back to back.. Kayl membunuh para petinggi sekaligus melenyapkan kerajaan mereka.

Bahkan beberapa pertarungan telah melenyapkan beberapa planet di luar planet Arshdeva ini.

"Haeh.. well.. it's fair I guess. But still, objektif kami berdua masih tetap sama. Helios Kingdom menjadi bagian dari faksi Kzandra.. and you."

Malkay melemaskan punggungnya, menyender di kursi lebih tenang.

"Dan seperti yang sudah kujelaskan, kami tidak akan menarik pajak atau memaksa rakyat menjadi pasukan militer. Faksi kami hanya berisi enam orang dan kami sangat percaya diri tidak memerlukan pasukan militer apapun."

"..."

Elios terdiam. Dia tau itu. Ini bukanlah ajakan perang. Ini adalah tawaran perlindungan atas satu peristiwa besar yang akan segera dimulai.

Helios Kingdom adalah kerajaan kecil. Mereka tidak memiliki nilai tawar selain jumlah rakyat.

"Tapi.."

Hesitant.

"..Kenapa kalian ingin sekali aku ikut Godscrown?"

Sedari awal, Godscrown adalah topik pembahasan utama sebelum ke arah negosiasi. Tapi dalam permainan keilahian, Elios masih belum mengerti apa nilai spesial yang ia miliki.

"..."

Kali ini Malkay yang terdiam.

Dia sudah menjelaskan bahwa Elios adalah aset yang berguna untuk menjadi teman di permainan keilahian itu.

Tapi untuk menjelaskan apa nilai sepsial dari Elios di tengah orang-orang yang bisa menghancurkan sebuah planet.. memang sangat berat.

"Godscrown.. adalah permainan keilahian yang membutuhkan suara rakyat, Elios."

Malkay sudah mengolah kalimat yang akan dia sampaikan. He's good at this.

"Jika hanya melihat dari segi brute strength, bahkan mungkin kita setara. Hanya kak Raeleae dan kak Gavalae, juga Kayl yang ada di level Planet Eater."

"Sementara itu.. saudara kami Azakay sudah bergabung dengan faksi partai Liberal Arshdeva. Dia lawan kami. Dan untuk saudari kami, Ayleae, dia tidak ikut dalam Godscrown."

Malkay harus menjelaskan ini. Bukan untuk memperpanjang, tapi ini adalah fundamental transparansi.

"Tapi Godscrown bukanlah permainan untuk mencari siapa yang terkuat. Godscrown adalah permainan untuk Naik menjadi Dewa.. yang disembah oleh banyak makhluk."

To that extent Elios sudah tahu. Itulah kenapa wajahnya masih menunjukkan ekspresi belum mau ikut.

"Dan untuk itu.. kami butuh kau, Elios."
"Analogikan dirimu sebagai sang nabi. Bukankah ini semua menjadi lebih sederhana?"

Malkay benar.

Pada awalnya makhluk fana tidak pernah menyembah Dewa karena mereka bersyukur.

Makhluk fana menyembah Dewa karena ada satu makhluk fana lain yang menemukan kesimpulan liar bahwa ada entitas tinggi yang memberinya manfaat.

"..."

Elios terdiam. Dia mengerti maksud Malkay. Hanya saja dia tidak bisa merespon begitu saja.

Sampai satu kesimpulan lain yang sebenarnya paling dasar muncul di kepalanya.

"Aku punya dua pertanyaan."

Elios memberanikan diri.

"Go ahead. I'm listening."

"Kenapa.. bukan The Golden Fragrance atau The All Gold.. yang datang kemari untuk urusan politik seperti ini?"

Elios has a point. Raeleae dan Gavalae adalah dua nama elit di dunia Arshdeva.

The Golden Fragrance adalah top tier CEO dari perusahaan parfum sekaligus model. The All Gold adalah sang bos tambang emas kapitalis. Dua sosok yang membuat faksi Kzandra naik dengan cepat 15 tahun lalu.

"..Godscrown bukanlah permainan untuk mencari siapa yang terkuat. Godscrown adalah permainan untuk Naik menjadi Dewa yang disembah oleh banyak makhluk."

Elios membalikkan statement Malkay di awal tadi.

"Aku.. tidak yakin kalian berdua memiliki niat untuk menjadi dewa."

"Hehah!"

Kayl tertawa. Mereka berdua terkejut. Terutama Elios. Mendengar Kayl tertawa singkat setelah mengucapkan kalimat itu.. membuat dirinya takut kalau asumsinya keliru.

"Heheh sorry. My bad. Lanjutkan. Heheh.."

Goofy ahh Kayl.

"Hmmm.. well you have a point again. Memang untuk urusan diplomatik, biasanya ini berarti misi kak Rael."
"Tapi percayalah.. ini misi kami berdua."

Malkay berbohong.

"Godscrown.. entah bagaimana.. mungkin Kayl ingin mendapatkan konten."

"Konten?"

"Yeah like Kayl sangat suka bertarung jadi mungkin dia berfikir ingin menjadi Dewa untuk kemudian bertarung melawan Sang Dewa."

To many people, ini terdengar bull shit. Tapi dengan reputasi Kayl, alasan ini sangat masuk akal.

"..."
"Kayl adalah makhluk fana terkuat di alam semesta.. aku masih tidak mengerti letak kenikmatannya."

Ucap Elios santai sambil menggelengkan kepala. Ia membuang tatapannya ke samping dan berusaha berfikir.

Ia menurunkan bahunya. Berusaha rileks setelah beberapa saat lalu berusaha tampak kuat. Di hadapan mereka berdua sebenarnya semua act itu tidak ada gunanya.

"Heheh.. that's my content, Lightning Lion~.. Menjadi yang terkuat bukanlah tujuanku, itu dampak. Sama seperti kehancuran adalah sebuah efek samping dari pertarungan."

Kini Kayl yang berbicara.

"Bertarung di level dewa.. adalah sebuah milestone. Sebuah tahap.. untuk merasakan elation tertinggi."

Kayl tersenyum. Wajahnya tampak.. menggoda. Tapi Elios tau ekspresi ini berarti Kayl sedang berusaha mendapatkan hatinya. But not in a romantic.

"Heh..."

Elios menghela nafas. Ia melihat atap, berusaha lebih relaks lagi.

Di kepalanya, sebenarnya sudah jelas ini adalah permainan sederhana secara konsep.

Para Kzandra hanya ingin Helios Kingdom ada di bawah mereka berdua. Elios akan berperan sebagai jaminan yang menghubungkan rakyat dengan Kzandra. Jaminan bahwa tidak ada perbudakan dan sebuah jaminan keamanan. Perang besar akan segera terjadi afterall.

Ia hanya.. paranoid.. dan overthinking. Dia sangat suka overthinking.

"..."
"Aku masih punya satu pertanyaan lagi remember.."

Elios made up his mind.

"Em. Go ahead."

"Diantara kalian.."
"Siapa yang benar-benar akan menjadi Dewa?"